budaya yang ada didalamnya. Mobile Legends bisa dijadian sebagai hiburan atau
dibawakan sebagian hero di dalam game Mobile Legends.
Kata kunci :Game Online, Moonton, Mobile Legends, Multikultural, Squad SKY'n.
Definisi Operasional Teori Lintas Budaya Chen 2005
Variabel
Dimensi
Indikator
1. Global Mindset
1. Perluasan
Perspektif
2. Penonjolan
Multikulturalisme
Pikiran
Dalam Game Online
2. Pemetaan Budaya
1. Persamaan
Budaya
2. Perbedan Budaya
(Analisis
Fenomenologi Squad
3. Timbul Rasa
Frustasi
SKY'n Dalam
3. Penibukaan Diri
1. Empati
2. Pengembangan
Pemilihan Karakter
Hero Pada Mobile
sensitivitas
Legends)
3. Responsivitas
4. Kreativitas
4. Penyatuan Diri dalam
1. Kecakapan
2. kecerdasan
Interaksi Lintas
Budaya
Teknik Pengumpulan Data
Teknik penelitian dengan sumber data yang digunakan dalam penelitian
ini dibagi menjadi dua, yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder.
Sumber data primer dalam penelitian ini menggunakan data yang diperoleh dari
observasi terhadap game langsung, dimana penel iniiti memainkan game tersebut lalu
di screen gambar dan mencari di internet yang dilakukan dalam observasinya.
Data primer dapat berupa opini subjek (orang) secara individual atau kelompok,
hasil observasi terhedap suatu benda (fisik), kejadian dan hasil pengujian. Metode
yang digunakan untuk mendapatkan data primer yaitu metode observasi.
3. ANALISIS WACANA
judul skripsi" kontroversi pemberitaan transportasi online versus transportasi konversional di harian sumatera selatan".
Nama penulis Ernawati (011 40 62)
Nama pembimbing Icuk M. Sakir s. Sos, M.Si dan Dra Lisdiana, M,Si
Jumlah halaman 68 halaman
Tahun pengesahan skripsi 2018
ABSTRAK
Ernawati, 2018, Analisis Wacana (Kontroversi Pemberitaan Transportasi Online
Versus T ransportasi Konvensional Di Harian Sumatera Ekspres) dibawah
bimbingan lcuk M. Sakir dan Lisdiana.
Kontroversi yang terjadi antara transportasi online dan konvensional
semakin menjadi, seperti yang di beritakan oleh harian Sumatera Ekspres.
Penelitian ini dilakukan Untuk menjelaskan bagaimana Harian Sumeks
mengembangkan wacana kontroversi pemberitaan yang terjadi antara Tansportasi
Online Versus Transportasi Konvensional disepanjang tahun 2017, yang dimana
banyaknya tuntutan diantara dua kelompok ini.
Penelitian ini dilakukan di rumah dengan cara membaca di harian
sumatera Ekspress melalui media online atau internet. Adapun penelitian ini
dilakukan pada tanggal 20 november 2017 dan di dalam penelitian menggunakan
analisis wacana model Theo Van leeuwen. Dalam penelitian ini, peneliti
menggunakan teknik pengumpulan data yang berdasarkan dari jenis sumbernya,
ada dua jenis data yang digunakan yaitu sumber data primer dan skunder. Sumber
data primer dari penelitian ini adalah teks yang sesuai dengan persoalan yang
diangkat oleh peneliti yaitu teks berita yang berkaitan dengan kontroversi
pemberitaan Transportasi online Versus Transportasi Konvensional di harian
Sumatera Ekspress edisi 2017. Dalam hal ini peneliti bertindak sebagai
pengumpul data. Sedangkan Sumber data sekunder dari penelitian ini adalah
sumber-sumber lain untuk melengkapi data penelitian ini. Sumber tersebut dapat
terwujud dalam bentuk buku-buku referensi, koran, jurnal/laporan yang relevan
dengan objek kajian dan sumber berita lain dalam media lain maupun internet.
peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif-deskriftif Yang dimana data
yang digunakan merupakan data yang tidak terdiri dari angka melainkan berupa
pesan-pesan variabel
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Harian Sumatera Ekspres tidak
berpihak pada pihak manapun dalam menyajikan pemberitaan tersebut. Beberapa
wacana yang muncul sepanjang tahun 2017 menunjukan bahwa sumatera ekspres
menyajikan pemberitaan yang bersifat netral.
Kata kunci: kontroversi pemberitaan, transportasi online versus transportasi
konvensional.
METODOLOGI PENELITIAN
Tempat Dan Waktu Penclitian
Penelitian ini dilakukan di rumah dengan cara membaca di haran
sumatera Ekspress melalui media online atau internet. Adapun penelitian ini
dilakukan pada tanggal 20 november 2017 dan di dalam penelitian menggunakan
analisis wacana model Theo Van leeuwen.
Desain Penelitian
untuk Desain penelitian adalah kerangka kerja yang digunakan
melaksanakan riset pemasaran (Malhotra, 2007) Desain penelitian memberikan
prosedur untuk mendapatkan informasi yang diperlukan untuk menyusun atau
meyelesaikan masalah dalam penelitian. Desain penelitian merupakan dasar
dalam melakukan penelitian agar dapat dilaksanakan secara ekonomis dan sesuai
dengan tujuan penelitian.
Menurut Nazir (2005) desain penelitian adalah "Semua proses yang
dilakukan dalam perancangan dan pelaksaan penelitian." Dalam pengertian sempit
desain penelitian hanya pengumpulan dan analisiS data saja. Data-data
dikumpulkan, diseleksi dan dianalisa secara deskrifif. Data kemudian disajikan,
dideskriptifkan dan diinterprestasikan sampai akhirnya dapat ditarik suatu
kesimpulan.
REPRESENTASI HUMANISME DALAM FILM
(ANALISIS SEMIOTIKA DALAM FILM PASUKAN
GARUDA ILEAVE MY HEART IN LEBANON)
Nama penulis : Dina Trisnawati ( 01.14.060 )
Nama pembimbing : Dr. Hj. Lishapsari Prihatini, M.SI
Drs.Ong Berlian, MM
Jumlah halaman 63
Tahun pengesahan skripsi 2018
ABSTRAK
Film Pasukan Garuda I Leave My Heart In Lebanon merupakan film
yang bertema tentang kemanusiaan, dimana pada saat ini untuk mewujudkan
nilai-nilai kemanusiaan sangatlah sulit, bagi orang, perorangan,
kelompok,
bahkan hingga Negara. Melalui film ini, peneliti akan melakukan penelitian untuk
mengetahui bentuk representasi humanisme yang meliputi adegan, dialog, dan
setting melalui scene-scene martabat manusia, nilai-nilai kemanusiaan dan hak
asasi manusia, yang ada dalam film Pasuka Garuda I Leave My Heart In Lebanon.
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Penelitian ini juga
menggunakan analisis semiotika, Roland Barthes dan Humanisme berupa
gambaran dalam scene-scene film. Pelenitian ini bertujuan untuk mengetahui
makna representasi humanisme dalam film Pasukan Garuda I Leave My Heart in
Lebanon. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan, melalui teori dari
Syariati ada tiga unsur humanisme yakni: martabat manusia, nilai-nilai
kemanusiaan, dan hak asasi manusia yang diterapakan dalam pengamatan film
Pasukan Garuda I Leave My Heart In Lebanon.
Kata Kunci : Representasi, Humanise, Semiotika Roland Barthes.
Sumber data
Teori Semiotika
Semiotika adalah studi mengenai tanda (signs) dan simbol yang merupakan
tradisi penting dalam pemikiran tradisi komunikasi. Tradisi semiotika mencakup
teori utama mengenai begaimana tanda mewakili objek, ide, situasi, keadaan,
perasaan dan sebagainya yang berada di luar diri. Studi mengenai tanda tidak saja
memberika jalan atau cara dalam mempelajari komunikasi tetapi juga memiliki efek
besar pada hampir setiap aspek (perspektit) yang digunakan dalam teori komunikasi.
Konsep dasar yang menyatukan tradisi semiotika ini adalah "tanda" yang diartikan
sebagai a stimulus designating something other than itselj (sesuatu stimulus yang
mengacu pada sesuatu yang bukan dirinya sendiri) pesan memiliki kedudukan vano
sangat penting dalam komunikasi. Menurut John Powers (1995) pesan memiliki tiga
unsur yaitu: 1) tanda dan simbol, 2) bahasa dan 3) wacana (discourse). Menurutnya,
Landa merupakan dasar bagi semua komunikasi.
Tanda menunjukan atau mengacu
pada sesuatu yang bukan dirinya sendiri, sedangkan makna atau arti adalan
hubungan antara objek atau ide dengan tanda. Morissan (2013:32).
Semiotika Roland Barthes
Barthes, salah seorang populer semiotika memiliki teori yang sedikit
berbeda dengan dua tokoh lainnya. Barthes lebih melihat pada aspek lain dari
penanda yaitu mitos" yang menandai suatu masyarakat. Roland Barthes
menekankan interaksi antara teks dengan pengalaman personal dan kultur
penggunanya, interaksi antara konvensi dalam teks dengan konvensi yang dialami
dan diharapkan olch penggunanya. Gagasan Barthes ini dikenal dengan "order of
signification", yang mengcakup denotasi (makna sebenarnya sesuai kamus) dan
konotasi (makna ganda yang lahir dari pengalaman kultural dan personal). inilah
yang menjadi titik perbedaan antara Saussure dan Barthes meskipun Barthes tetap
menggunakan istilan signifier-signified yang diusung Saussure. Ciri yang paling
menonjol lainnya adalah meunculnya unsur "mitos". Menurut Barthes, mitos terletak
pada tingkat kedua penandaan, yaitu setelah terbentuknya sistem sign-signifier-
signified, tanda tersebut akan menjadi penanda baru. Menurut Barthes penanda
(signifier) adalah teks, sedangkan petanda (signified) merupakan konteks tanda
(singn). Jadi, ketika suatu tanda yang memiliki denotasi, maka makna denotasi
tersebut akan menjadi mitos. Suciati (2017:175)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar